Hari ini, capek. Meresahkan dan menggelisahkan.
Tapi ketika kamu bertanya, "kenapa?..."
Ada harapan baru untuk melupakan hari ini.
Sungguh, Aku tau, di kemudian hari...
Kamu akan meninggalkanku.
Berkelana bersama Kamumu itu sendiri
Atau, Kamu mau memberiku harapan... terlebih dahulu?
Baru kemudian Kamu pergi meninggalkan harapan itu kah?
Yang biasa itu disebut Harapan Palsu. Tau?
Iya kah?
Betul kah?
Haruskah Aku dapatkan (lagi)?
Cerita cinta seperti ini.
Kadang manis di awal. Sering pahit di akhir.
Tapi, Aku kan bukan Tuhan.
Yang bisa mengatur hatimu untuk ini dan itu.
Semoga saja, Doa membantu segalanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar