Sabtu, 31 Desember 2011

I Love Josh Groban

Josh Groban Josh Groban Josh Groban Josh Groban Josh Groban Josh Groban Josh Groban Josh Groban Josh Groban Josh Groban

Selasa, 27 Desember 2011

Teringat dan Ingin lagi :9











Teringat ini. Terimakasih banyak untuk Bapakku juga Ibuku yang sudah mengabulkan permintaan anaknya yang muluk ini. Semoga aku bisa membalas ini semua :D Thanks a lot!

Higher Window - Josh Groban

For all the times I tried for this
And every chance at you, I missed
I've been known to go my way
But I confess
It made me miss you more

I drew my line across the sky
And set my flag in no man's land
But here I am the one man band
With a song that’s meant for two


And there is a light from a higher window
Shining down on you tonight
And the music floats on the breeze
Bringing an easier time

And all of our cards are on the table
Tell me what you want to do
Just don’t tell me that it’s too late
For me to love you

How perfect we were meant to be
Our warm and silent symmetry
It’s times like these when all
All we need is to be reminded

Oh, and I’ve flown a thousand miles
To empty room and crowded aisles
And we went from cathedral bells
To show and tell and wish you wells
And I still look at you and I am blinded I am blinded

Because there is a light from a higher window
Shining down on us tonight
And the music floats on the breeze
From an easier time

And all of our cards are on the table
Tell me what you want to do
Just don’t tell me that it’s too late
Don’t tell me that it’s too late now
Just don’t tell me that it’s too late
For me to love you

Truk Box Pengungsian

Saat itu aku udah selesai ngungsi dari rumah Mbah di Kebumen dan Penarusan. Saatnya balik ke Jogja. Jogja masih ga banyak listrik. masih redup-redup. Di Jl. Bima permuahanku, tepatnya di kawasanku, tetanggaku meminjamkan truk box besar untuk tidur. Anak-anak tidur disana. Nggak banyak yang tidur di sana. karena hanya kawasanku aja. di sana kira-kira ada 8 anak. Di truk box itu lengkap, ada Kasur empuk, guling (punya sendiri ), banyal ( punya sendiri ). kerennya ada TV dan PSnya lhoh. tiap hari kerjaannya main PS aja. pinjem listrik dari rumah yang deket dari parkiran truk box itu.
Suatu malam, aku udah tidur di box itu. Aku takut. Akhirnya hari pertama aku tidur di truk box itu gagal. aku pindah ke mobil dan tidur disana bareng orang tuaku.
Hari kedua kesempatan aku tidur di truk box itu aku SUKSES!
Hari ketiga. aku udah tidur di truk box itu. Waktu itu giliran posisi tidurnya, nah di hari ketiga ini giliranku tidur deket pintu. Sampingku adalah Nadya. Malam hari udah yaa lewat jam 1 pagi, tiba-tiba aku ngeliat Nadya dibawa sama orang. Kaget! ternyata setelah aku lihat itu bapaknya, hehehe. Abis itu aku juga ngerasa dibawa. Ya, bapaknya Nadya yang nggotong. Bangun-bangun aku kaget aku udah ada di garasinya Nadya. Yaa bener banget, kalo aku masih tidur di box itu paginya aku masih bangun ga ya? masalahnya posisinya emg nggak cocok buat anak sekecil aku sama Nadya...
Well, itu adalah cerita saat pengungsian. Hampir tiap hari makannya mie rebus atau mie goreng. Tapi seru ;)

Teringat Gempa 27 Mei 2006

Okaay mungkin sekarang blogku akan kuisi dengan cerita-cerita masa lampau. Ketika masih belum sekolah, TK, ataupun masih yaa pokoknya masih kecil. Ciap ciap.

Mendadak teringat masa-masa gempa 27 Mei 2006. Ya, pagi itu gempa 5,9 SR mengguncang D.I.Y dan sekitarnya. Menurut berita yang ada, guncangan paling kuat itu di daerah Bantul. Bantul. Itu kabupaten tempat tinggalku.
Waktu itu yaa aku sedikit lupa, sekitar jam 6an deh. Aku masih kelas 2SD. SDku kalau kelas 2 masuk jam 9. jadi bukan hal yg aneh kalo aku jam 6 masih tidur. sebenernya udh mau bangun. cuma males aja. hehehe. pertama-tama aku denger jendelaku bunyi sendiri. Kelas 2 aku lg parno-parnonya sama HANTU. dalam hati aku Sok berani, "Halah, ga takut sama hantu! paling mobilnya bapak lagi parkir." Aku lanjutin aja tuh tidur. ternyata aku bangun seketika, ngeliat di luar ga ada mobil parkir. Keparnoanku kambuh. AKU MENGIRA ADA HANTU DI JENDELA ITU. aku langsung loncat dari kasur berlari keluar rumah dan teriak-teriak "Ibu! Ibu!" bersama dengan teriakanku itu, gempa dahsyat mengguncang. Atap triplek lantai atas bisa aku lihat jelas ambruk. aquarium terdengar pecah. Komputer menunjukkan suara dia sudah jatuh. Aku terus lari lewat garasi. tepat aku keluar dari garasi, bata-bata atap garasi pada jatuh semua. Makasih ya Allah sudah menyelamatkanku. Hahaha, hal yang paling geli. keluar dari rumah aku lari entah kemana, tiba-tiba tetanggaku menggendongku. Yaa aku terima-terima aja, soalnya itu aku juga takut banget.
Setelah gempa itu, semua warga perumahanku tetep di luar. Duduk duduk, ada yang sibuk cari komunikasi. Dan, bodohnya aku. disaat-saat seperti itu aku masih mikirin sekolah. Rencana hari itu aku mau ndaftar lomba menggambar di tong sampah yang sekelompok sama Dhia dan Daniek. Aku merengek-rengek ke ibu buat telponin ibunya Dhia, suruh titipin buat ndaftarnya. Ibuku mau-mau aja. Setelah ditelpon, ternyata ibunya Dhia juga jelas ga bisa. Jelaslah, Jogja gempa. Yaudah aku melupakan lomba itu .__.
Beberapa jam kemudian, warga desa belakang masuk lewat pintu belakang perumahan, teriak teriak kalau ada air bah. "Air laut naik! Air laut naik! Air bah! Mau ada tsunami!" Semua orang Perumahan jelas kaget dan lari-lari. Ya sempat kami bertindak. Baru kami sadar seharusnya menggunakan mobil, bukan berlari. semua yang tadi udah setengah jalan sambil lari mendadak mbalik semua ambil mobil mereka masing-masing. hahaha.
Kemudian hampir semua orang perumahan ngungsi di Bukit Selarong, ga jauh dari perumahanku. (perumahanku dekat Bukit,Hutan,dan Sawah) Setelah beberapa jam menunggu ternyata kami sadar itu bohong. setelah polisi mengumumkan, "Itu hanya dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. silahkan kembali dan amankan barang-barang kalian, terimakasih." Wow! kita tertipu. Yaudah pada balik semuuaa. nyelamatin barang. untung ada beberapa orang perumahan yang baik ngamanin barang-barang berharga ke Fasum... Yaa itu bagian 1 tentang gempa :D