Waktu itu hari Senin. Ada rencana kalo beberapa dari temen-temen kelas mau dikasih PU alias Pajak Ulangtahun yang diadakan oleh 4 orang anak sekaligus, yaitu Difa,Yola,Anggre,dan Puput di KFC. Kebetulan aku diundang. Awalnya aku mau ikut. Tapi berhubung udah 2x aku nggak les maka aku putuskan untuk -tidak jadi ikut-
Hebat... Ibuku hari itu nggak bisa jemput aku gara-gara pusing dan mau tidur biar sembuh. Aku bingung deh. Mau pulang naik apa aku? #pake muka lebay. hehehe. Daaan... akhirnya aku memutuskan untuk pulang sendiri pake kendaraan yang lewat di depan SMPku. Berarti ada 4 pilihan. Yang pertama naik Taksi = Mau bayar pake apaan aku kalo pake taksi .___. Yang kedua adalah TJ = Sama aja lama kalo itu. Muter-Muter sih. Mending nunggu ibu tidur terus dijemput. yang ke-3 adalah Bus Kota = Sedikit menakutkan,tapi nggak pake muter-muter. Langsung to the Bantul. Dan yang terakhir adalah BECAK = Stop, tidak mungkin aku naik yang ini -___- bukan,bukan gara-gara uang. Tapi kaki penarik becak ntar jadi gimana? Kan kasihan...
Well, Akhirnya aku memutuskan untuk naik Bus kota. Busnya udah lewat tuh di depan sekolah, buru-buru deh naik busnya.
Respon pertama kali naik itu bus dalam hati aku bilang "Waaw,beruntung dapet bus yang bersiih,sepi, dan luaas. bebas deh mau duduk dimana" Yaudah aku duduk. Waktu naik bus itu tu kerasa kayak aku adalah wisatawan yang lagi keliling-keliling Jogja naik bus(pariwisata)(ceritanya). Kaca di bus itu bening, enak buat mandang luar. Apalagi busnya juga nggak panas,sumpek,dan rame. Setelah lama ngeliat luar kernet nagih uang. Mendadak inget, kalo di bus kota mending kasih uang 1000, kalo kasih uang 2000 ntar kembaliannya 500. Yaudaah aku kasih deh 1000. Sadar udah mau sampe Jokteng aku mulai panik. Gimanaa caranya aku bilang kalo mau turun di Jokteng? Ntar jangan jangan udah mepet Jokteng aku baru bilang bus ngerem mendadak,terus kendaraan di belakang pada nabrak tu bus gimana? Trus ntar ditanya polisi gara-gara apa supir jawab gara-gara ngerem mendadak,kernet jawab gara-gara aku bilang mendadak,terus...#stop,ini hanya keparnoan saja# lanjut. Fiuuh untung Jokteng itu lumayan beken, alias banyak yang turun disitu. jadi nggak perlu tuh teriak teriak "Jokteng!" Abis turun dari bis jalur 2 itu aku bingung setengah mati. Mana jalur Bantulnyaaa? T,,T Ahaaa akhirnya nemu jalur Bantul ada di seberang jalan. Nyebrang deh. untung aja ada barengan nyebrang. Disitu ada 2 bus jalur Bantul. Jeng-Jeng. aku bingung mau naik yang mana. Karena apa? Karena semua bus KOSONG. Berarti semuanya bakalan berangkat sampai waktu yang lama. Akhirnya aku milih Bus yang paling belakang,bus yang ke-2. ALHAMDULILLAH,ada ibu-ibu disitu lagi tidur puleees banget. Nggak ada supir nggak ada kernet. Lhoh,itu ibu-ibunya kok berani sih? (O.o) Akhirnya aku duduk tenang,diem,tidak sabar ingin pulang. Sambil nunggu aku makan cemilan dulu. Setelah lamaa menunggu ibu-ibunya bangun. Nanya ke aku "Kidul nggih? Kidul?" Jleg,aku bingung jawab apa. Ini percakapannya :
"Kidul nggih?"
"Hah?"
"Niki kidul?"
"Hah? Em, Iya."
"Ooo... Yayaya"
...Hening...
"Iki isih suwe iki. Heleeh,kok yo nunggu suwi tenan. Sumuk tenan e."
"Wah,iya bu. Ini masih lama ya?"
"Yaa iya. Paling 10 menit lagi."
"Wah lama ya bu. Nunggu sampe penumpang berapa?"
"Yaa paling 5. 10 atau 15 menit lagi. Rumahnya mana mbak?"
"Sewon Bu"
"Hah? Sewon? Gene cuma Sewon."
(aku bingung,Maksudnya apa cuma Sewon? Bukannya masih jauh ya? #panik,jangan jangan aku salah naik bus!) "Ahahaha,iya bu."
Dan akhirnya bus jalan. Sampe deh ke Jokteng yang satunya lagi. #nggak hapal. Jokteng itu singkatan dari Pojok Beteng. Jadi di Jogja itu ada Beteng-beteng bekas dulu gitu... Karena di pojok,maka beteng-beteng yang di pojok dinamain Jokteng #pengertian yang ngawur. Busnya nunggu lagi. Lamaa banget. Makin banyak penumpang yang naik ke bus itu. Yang tadinya cuma berdua,jadi tidak berdua lagi. Rameeeee. Dan akhirnya bus jalan. Kernet nagih ke aku. aku kasih deh 2000. Kernet mukanya kayak heran gitu,mungkin aku kasih terlalu dikit,wkawkawka =)) akhirnya kernet nanya
"Ngandhap pundhi?"
(aku bimbang,ngandhap itu apa ya? Bingung, udah ada perkiraan sih kalo itu artinya turun) "Hah?"
"Ngandhap teng pundhi?"
"Sewon"
"Hah? Ngandhap pundhi?" (Kernet kayak nggak ngerti maksudku)
"Sewon pak"
(Kernet bingung setengah mati. Mukanya kayak menunjukkan muka heran. Dan akhirnya dia hanya menjawab) "Ooo..." (Mukanya masih bingung)
Aku bingung, apakah ada yang salah dengan kata Sewon dengan alamatku? -___-
Akhirnya aku perjelas lagi. "Itu lho pak. Ndiro." Tiba-tiba kernet langsung nunjukkin ekspresi ngerti. "Oalaaah,Ndiro to. Bilang dong." Nahlhoh, maksudnya apa? (O.o)
Setelah sampai di Ndiro aku diem. Ini nyebrang gimana ya? Rame banget jalannya. Kenapa nggak ada yang mau tiba-tiba berhenti terus mempersilahkan aku buat nyebrang? Hebat lagi kalo ada yang kasih karpet merah buat nyebrang #stop,ini mengkhayal,sangat. Akhirnya setelah aku melihat waktu sela. Aku lari sekencang-kencangnya untuk sampai ke seberang sana. Untung ada becak. akhirnya aku naik becak sampe ke Perumahan Pendowo Asri,rumahku.
Sampe dirumah ibuku nanya...
"Khan,tadi njawab apa waktu ditanya Kernet turun dimana?"
"Turun di Sewon."
"Weh! Ngawur kamu... Kalo kamu bilang di Sewon ntar kamu diturunin di Jalan Parangteritis gimana???"
"Hah? Kok bisa? Bukannya rumahku di Sewon ya Bu?"
"Heeh, ngawur, ini emang di Sewon tapi dimana-mana Sewon itu tepatnya di Jalan Parangteritis. Ntar kamu dikira salah jalur lho."
"Walaaaah,pantesan bu kok tadi kernetnya kayak bingung gitu. Ibu-ibu yang nanya aku juga ngomongnya agak bikin aku bingung. Hehehe,aku kira rumahku di Sewon. Untung aku bilang Ndiro."
"Yaa alhamdulillah gapapa. Untung kamu sampe rumah."
"Hehehe,iya dong."
DAN,akhirnya aku SADAR, Kenapa 2 orang itu bingung dan membuatku bingung ketika aku bilang rumahku di Sewon dan aku turun di Sewon. ternyata aku salah. Sewon itu bukan tempat aku turun. Justru Sewon nggak dilalui oleh jalur itu. Beruntung BANGET aku bisa sampe rumah. Hahaha, Ternyata Sewon dengan Ndiro itu tidak menyatu :P Ndiro memang di Sewon, tapi Ndiro tidak terkenal dengan Sewon,dan blabla #muter-muter.
Sekian dulu cerita Khansa tentang PERTAMA KALINYA pulang sendiri (sendiri,tanpa teman yang pulangnya sejalur) menggunakan bus kota (biasanya TJ,tapi nggak sendiri) Wahahaha... Beri selamat untuk Khansa.......... #krik. Okee okee... Terimakasih sudah baca :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar