Okaay mungkin sekarang blogku akan kuisi dengan cerita-cerita masa lampau. Ketika masih belum sekolah, TK, ataupun masih yaa pokoknya masih kecil. Ciap ciap.
Mendadak teringat masa-masa gempa 27 Mei 2006. Ya, pagi itu gempa 5,9 SR mengguncang D.I.Y dan sekitarnya. Menurut berita yang ada, guncangan paling kuat itu di daerah Bantul. Bantul. Itu kabupaten tempat tinggalku.
Waktu itu yaa aku sedikit lupa, sekitar jam 6an deh. Aku masih kelas 2SD. SDku kalau kelas 2 masuk jam 9. jadi bukan hal yg aneh kalo aku jam 6 masih tidur. sebenernya udh mau bangun. cuma males aja. hehehe. pertama-tama aku denger jendelaku bunyi sendiri. Kelas 2 aku lg parno-parnonya sama HANTU. dalam hati aku Sok berani, "Halah, ga takut sama hantu! paling mobilnya bapak lagi parkir." Aku lanjutin aja tuh tidur. ternyata aku bangun seketika, ngeliat di luar ga ada mobil parkir. Keparnoanku kambuh. AKU MENGIRA ADA HANTU DI JENDELA ITU. aku langsung loncat dari kasur berlari keluar rumah dan teriak-teriak "Ibu! Ibu!" bersama dengan teriakanku itu, gempa dahsyat mengguncang. Atap triplek lantai atas bisa aku lihat jelas ambruk. aquarium terdengar pecah. Komputer menunjukkan suara dia sudah jatuh. Aku terus lari lewat garasi. tepat aku keluar dari garasi, bata-bata atap garasi pada jatuh semua. Makasih ya Allah sudah menyelamatkanku. Hahaha, hal yang paling geli. keluar dari rumah aku lari entah kemana, tiba-tiba tetanggaku menggendongku. Yaa aku terima-terima aja, soalnya itu aku juga takut banget.
Setelah gempa itu, semua warga perumahanku tetep di luar. Duduk duduk, ada yang sibuk cari komunikasi. Dan, bodohnya aku. disaat-saat seperti itu aku masih mikirin sekolah. Rencana hari itu aku mau ndaftar lomba menggambar di tong sampah yang sekelompok sama Dhia dan Daniek. Aku merengek-rengek ke ibu buat telponin ibunya Dhia, suruh titipin buat ndaftarnya. Ibuku mau-mau aja. Setelah ditelpon, ternyata ibunya Dhia juga jelas ga bisa. Jelaslah, Jogja gempa. Yaudah aku melupakan lomba itu .__.
Beberapa jam kemudian, warga desa belakang masuk lewat pintu belakang perumahan, teriak teriak kalau ada air bah. "Air laut naik! Air laut naik! Air bah! Mau ada tsunami!" Semua orang Perumahan jelas kaget dan lari-lari. Ya sempat kami bertindak. Baru kami sadar seharusnya menggunakan mobil, bukan berlari. semua yang tadi udah setengah jalan sambil lari mendadak mbalik semua ambil mobil mereka masing-masing. hahaha.
Kemudian hampir semua orang perumahan ngungsi di Bukit Selarong, ga jauh dari perumahanku. (perumahanku dekat Bukit,Hutan,dan Sawah) Setelah beberapa jam menunggu ternyata kami sadar itu bohong. setelah polisi mengumumkan, "Itu hanya dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. silahkan kembali dan amankan barang-barang kalian, terimakasih." Wow! kita tertipu. Yaudah pada balik semuuaa. nyelamatin barang. untung ada beberapa orang perumahan yang baik ngamanin barang-barang berharga ke Fasum... Yaa itu bagian 1 tentang gempa :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar