Saat itu aku udah selesai ngungsi dari rumah Mbah di Kebumen dan Penarusan. Saatnya balik ke Jogja. Jogja masih ga banyak listrik. masih redup-redup. Di Jl. Bima permuahanku, tepatnya di kawasanku, tetanggaku meminjamkan truk box besar untuk tidur. Anak-anak tidur disana. Nggak banyak yang tidur di sana. karena hanya kawasanku aja. di sana kira-kira ada 8 anak. Di truk box itu lengkap, ada Kasur empuk, guling (punya sendiri ), banyal ( punya sendiri ). kerennya ada TV dan PSnya lhoh. tiap hari kerjaannya main PS aja. pinjem listrik dari rumah yang deket dari parkiran truk box itu.
Suatu malam, aku udah tidur di box itu. Aku takut. Akhirnya hari pertama aku tidur di truk box itu gagal. aku pindah ke mobil dan tidur disana bareng orang tuaku.
Hari kedua kesempatan aku tidur di truk box itu aku SUKSES!
Hari ketiga. aku udah tidur di truk box itu. Waktu itu giliran posisi tidurnya, nah di hari ketiga ini giliranku tidur deket pintu. Sampingku adalah Nadya. Malam hari udah yaa lewat jam 1 pagi, tiba-tiba aku ngeliat Nadya dibawa sama orang. Kaget! ternyata setelah aku lihat itu bapaknya, hehehe. Abis itu aku juga ngerasa dibawa. Ya, bapaknya Nadya yang nggotong. Bangun-bangun aku kaget aku udah ada di garasinya Nadya. Yaa bener banget, kalo aku masih tidur di box itu paginya aku masih bangun ga ya? masalahnya posisinya emg nggak cocok buat anak sekecil aku sama Nadya...
Well, itu adalah cerita saat pengungsian. Hampir tiap hari makannya mie rebus atau mie goreng. Tapi seru ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar